Ecdysozoa: Hewan yang Hobi Ganti Baju

Misteri Belalang & Cacing

Pernahkah kamu memperhatikan belalang dan cacing gilig? Kalau dilihat dari bentuk luarnya, mereka beda banget, kan? Belalang punya kaki berbuku-buku dan cangkang keras, sementara cacing gilig bentuknya seperti tabung memanjang tanpa kaki.

Tapi, tahukah kamu kalau dalam klasifikasi biologi, bentuk luar yang terlihat beda itu bisa menipu?

Ilmuwan mengelompokkan hewan bukan cuma dari tampangnya, tapi dari ciri fundamental genetik atau kebiasaan fisik yang sama. Ternyata, Arthropoda (seperti belalang, kepiting, atau laba-laba) dan Nematoda (seperti cacing gilig) punya satu kesamaan kebiasaan yang sangat unik.

Mereka berdua dimasukkan ke dalam satu kelompok besar bernama Ecdysozoa karena mereka sama-sama punya kebiasaan "ganti baju" alias membuang kulit lamanya saat tubuh mereka membesar!

Proses serangga ganti kulit Gambar: T. N. Mundhenk, CC BY 2.5 — Wikimedia Commons

Apa itu Ecdysozoa?

Sekarang kita bedah istilahnya. Kata Ecdysozoa berasal dari bahasa Yunani, yaitu Ekdisis, yang artinya mengelupas atau ganti kulit (sering juga disebut molting).

Kenapa mereka harus repot-repot ganti kulit? Jawabannya ada pada lapisan terluar tubuh mereka.

Hewan-hewan ini dibungkus oleh pelindung luar yang disebut Kutikula. Kutikula ini sangat penting untuk melindungi mereka dari bahaya dan mencegah tubuh mereka kekeringan. Masalahnya, kutikula ini tidak terdiri dari sel-sel hidup yang bisa membelah. Sifatnya kaku dan mati. Kutikula tidak bisa ikut membesar mengikuti pertumbuhan hewan di dalamnya.

Jadi, siklusnya selalu seperti ini:

  1. Hewan tumbuh membesar di dalam kutikula pelindungnya.

  2. Tubuh mulai terasa sangat sesak karena "bajunya" tidak muat lagi.

  3. Mereka memecahkan kutikula lama (inilah yang disebut proses ekdisis).

  4. Keluar dengan kutikula baru yang ukurannya lebih besar.

ilustrasi

Berdasarkan alasan anatominya, mengapa hewan dalam kelompok Ecdysozoa selalu harus melakukan proses ekdisis saat mereka tumbuh?

  • A. Karena tubuh mereka terlalu lunak dan mudah hancur.
  • B. Untuk menyesuaikan diri dengan perubahan suhu lingkungan.
  • C. Karena kutikula mereka kaku dan tidak bisa tumbuh membesar.
  • D. Agar mereka bisa mengubah bentuk tubuhnya menjadi spesies lain.

Jawaban: C. Karena kutikula mereka kaku dan tidak bisa tumbuh membesar.

Hewan Ecdysozoa memiliki pelindung luar (kutikula) yang tidak bisa membesar. Agar tubuh hewan di dalamnya bisa tumbuh, kutikula lama harus dikelupas (ekdisis) dan diganti dengan yang baru.

Ecdysozoa melakukan ekdisis karena mereka memiliki kutikula pelindung yang kaku dan tidak bisa ikut membesar.

Trik Hapalan Kilat Ecdysozoa

Buat kamu yang suka hal praktis, mengingat istilah biologi yang panjang kadang bikin pusing. Tapi tenang, khusus untuk kelompok Ecdysozoa ini, kamu cuma perlu mengingat satu kalimat sakti:

"EKO Ganti Baju KAKU bareng ARTRO & NEMA"

Apa maksudnya?

Dengan trik kalimat ini, setiap kali kamu melihat soal tentang Ecdysozoa, otakmu akan otomatis mencari kata kunci "Kutikula" dan "Ekdisis".

Manakah dari pasangan filum berikut yang merupakan anggota utama dari superfilum Ecdysozoa?

  • A. Mollusca dan Porifera
  • B. Arthropoda dan Echinodermata
  • C. Nematoda dan Annelida
  • D. Arthropoda dan Nematoda

Jawaban: D. Arthropoda dan Nematoda

Ingat trik 'ARTRO & NEMA'. Arthropoda (hewan berbuku-buku) dan Nematoda (cacing gilig) disatukan dalam kelompok Ecdysozoa karena kesamaan mereka mengganti kutikula.

Arthropoda dan Nematoda adalah dua kelompok utama dalam superfilum Ecdysozoa.