Pola Kata Serapan: Anti Nebak-nebak Club

Imigrasi Bahasa: Apa Itu Kata Serapan?

Pernah kepikiran nggak, kenapa bahasa kita punya kata-kata kayak studi, komputer, atau arteri yang bentuknya mirip banget sama bahasa asing?

Nah, ini karena bahasa Indonesia banyak meminjam kosakata dari bahasa Inggris, Belanda, Arab, atau Portugis. Proses ini disebut penyerapan bahasa. Biasanya kita minjem karena dulunya kita belum punya istilah lokal untuk konsep atau barang tersebut (bayangin gimana caranya nyebut "internet" murni pakai bahasa kerajaan zaman dulu).

Tapi, kata-kata asing ini nggak dibiarin masuk mentah-mentah!

ilustrasi

Layaknya turis asing yang mau menetap dan dapet KTP, ejaan dan pelafalan kata asing ini harus disesuaikan dengan 'hukum' bahasa kita, yaitu aturan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dan KBBI.

Proses peng-Indonesia-an ini bukan asal "gimana enaknya di kuping orang lokal", lho. Ada POLA atau aturan main resmi yang harus ditaati. Jadi, saat ngerjain soal SNBT tentang kata serapan, sebenernya kamu cuma lagi ngecek: Apakah "turis" ini udah ngikutin aturan hukum ejaan lokal dengan bener?

Pola Langganan UTBK: Ganti Akhiran

Kalau kamu pusing harus ngafalin ribuan kata serapan di KBBI, tenang aja! Ada cheat sheet alaminya: pola akhiran (suffix).

Banyak soal SNBT yang cuma nguji apakah kamu peka sama perubahan akhirannya. Cukup dengan nebak bahasa aslinya, kamu bisa cek baku atau tidaknya kata itu.

Berikut 3 pola akhiran yang jadi langganan UTBK:

  1. Akhiran -tion (Inggris) atau -tie (Belanda) PASTI berubah jadi -si. Contoh: consumption / consumptie $\rightarrow$ konsumsi. Ini alasan mutlak kenapa opsi "Konsumsi" di soalmu itu baku.

  2. Akhiran -y pada kata benda sering berubah jadi -i. Contoh: artery $\rightarrow$ arteri. (Menjawab kenapa opsi "Arteri" itu baku).

  3. Akhiran -ic (Inggris) berubah jadi -ik. Contoh: electronic $\rightarrow$ elektronik.

Berdasarkan pola akhiran kata serapan, manakah penulisan yang baku untuk kata dari bahasa Inggris 'frustration'?

  • A. Frustasion
  • B. Frustrasion
  • C. Frustrasi
  • D. Frustrasi

Jawaban: D. Frustrasi

Kata aslinya adalah 'frustration'. Akhiran '-tion' harus diubah menjadi '-si', sehingga bentuk bakunya adalah 'frustrasi'. (Pengecoh: di lisan sering disebut 'frustasi', padahal ada huruf 'r' setelah 't' di aslinya).

Akhiran '-tion' pada kata bahasa Inggris diserap menjadi '-si' dalam bahasa Indonesia baku.

Jebakan Vokal: Jangan Asal Ganti Huruf!

Kamu milih opsi "Vital" waktu ngerjain soal ya? Nah, di sinilah otak kita sering nge- prank kita sendiri.

Kata vital diserap dari bahasa Inggris vital. Karena ejaan vokalnya (i dan a) dan konsonannya udah klop banget sama lidah orang Indonesia, kata ini ditelan utuh tanpa diubah sehuruf pun.

Aturan emas penyerapan vokal: Huruf vokal ('a', 'i', 'u', 'e', 'o') sebisa mungkin TETAP SETIA pada aslinya, selama masih lazim dibaca pakai sistem pelafalan kita. Jangan pernah iseng ngubah huruf tanpa alasan yang jelas.

Sekarang mari kita bedah kasus "Delatasi" vs "Dilatasi":

Kata aslinya di bahasa Inggris adalah dilation atau dilatation (secara medis). Coba perhatiin huruf vokal pertamanya. Hurufnya adalah ' i ', bukan ' e '.

Karena aturan asalnya adalah mempertahankan huruf vokal, maka bentuk yang benar adalah dilatasi. Kenapa di soal jadi ditulis delatasi? Karena dalam obrolan sehari-hari, orang sering malas membuka mulut lebar dan bunyi "i" terpleset jadi "e". Soal SNBT suka banget memancing kita lewat kebiasaan ngomong yang keliru ini!

Tentukan Benar atau Salah penulisan kata baku dari bentuk aslinya berikut ini!

  • Kata baku dari 'extreme' adalah ekstrim. — Salah
  • Kata baku dari 'practice' adalah praktik. — Benar
  • Kata baku dari 'risk' adalah resiko. — Salah

1) Ekstrim aslinya 'extreme' -> Ekstrem (e tetap e). 2) Praktik aslinya 'practice' -> Praktik. 3) Resiko aslinya 'risk' -> Risiko (i tetap i).

Vokal asli bahasa asing dipertahankan sesuai aslinya jika sudah sesuai kaidah pelafalan (i tetap i, e tetap e).