Simile vs Personifikasi: Detektif Majas
Kenapa 'Hati Dingin' Bukan Personifikasi?

Waktu baca kalimat soal "Hatinya dingin bagaikan es di kutub", wajar kalau kamu sempat mikir ini Personifikasi karena ada kata abstrak ('hati') yang disandingkan dengan sifat fisik ('dingin'). Tapi, hati-hati dengan jebakan ini!
Coba ingat lagi ciri utama Personifikasi: majas ini terjadi kalau benda mati atau makhluk non-manusia diberi sifat atau perilaku manusia. Contohnya: "Pena itu menari-nari di atas kertas." Pena (benda mati) aslinya nggak bisa menari (aktivitas manusia). Karena ia seolah-olah "dihidupkan", itulah personifikasi.
Sedangkan 'hati' (mewakili perasaan) itu aslinya memang bagian dari manusia. Perasaan kita kan bisa berubah-ubah, sering dianalogikan dengan suhu (hangat/dingin). Menyematkan sensasi fisik 'dingin' ke perasaan manusia bukanlah personifikasi, karena nggak ada benda mati yang seolah-olah beraksi seperti manusia di sana. Itu cuma kiasan fisik biasa.
Cheat Code Simile: Kata Penghubung
Kalau bukan personifikasi, terus masuknya majas apa dong? Kunci menjawab majas ini sebenarnya ada di satu kata sakti. Mari kita lihat kalimat utuhnya: "Hatinya dingin bagaikan es di kutub."
Kata bagaikan di sini berfungsi sebagai jembatan yang secara langsung dan terang-terangan membandingkan dua hal yang berbeda: 'hati yang dingin' dengan 'es di kutub'. Kehadiran kata pembanding ini adalah ciri mutlak dari majas Simile (Perumpamaan).
Sekalipun objek yang dibandingkan itu abstrak, absurd, atau beda alam, selama ada kata penghubungnya (seperti seperti, bagai, bagaikan, bak, laksana, layaknya), itu pasti Simile!
Metafora: Simile yang Malu-Malu
Banyak orang sering tertukar antara Simile dan Metafora karena dua-duanya sama-sama majas perbandingan. Gimana cara membedakannya biar nggak bingung lagi pas ngerjain soal?
Gampang banget: Metafora itu Simile yang kata penghubungnya dibuang.
Kalau Simile membandingkan secara eksplisit pakai jembatan kata (A seperti B), Metafora itu membandingkan dua hal secara langsung dengan menganggap A = B tanpa menggunakan kata penghubung sama sekali.
Contoh gampangnya di kehidupan sehari-hari:
Simile: "Lu pelit banget kayak lintah darat!" (Ada kata penghubung 'kayak')
Metafora: "Dasar lintah darat lu!" (Langsung disamakan, kata penghubung hilang)
Berdasarkan perbedaan Simile dan Metafora, manakah di antara kalimat berikut yang merupakan majas METAFORA?
- A. Senyumnya semanis madu.
- B. Senyumnya adalah madu yang menyembuhkan lukaku.
- C. Senyumnya bagaikan madu di pagi hari.
- D. Senyumnya merekah seperti madu.
Jawaban: B. Senyumnya adalah madu yang menyembuhkan lukaku.
Opsi B adalah Metafora karena langsung menyamakan senyum dengan madu tanpa kata penghubung. Opsi A, C, dan D adalah Simile karena memakai kata perbandingan (semanis, bagaikan, seperti).
Metafora adalah perbandingan langsung (A=B) tanpa menggunakan kata penghubung seperti, bagai, atau laksana.